Saturday, November 14, 2015

Difusi Dan Osmosis

Laporan Praktikum Biologi
Difusi dan Osmosis
Oleh
1.   Ghirana Hananita Dauratri
2.   Jezzi Anbiya Renakim
3.   M. Etsa Panggayuh
4.   Nur Aulia Titan Maulidiah
5.   Salwa Nursalsabila
6.   Satria Fajri
                     Kelompok                   : 1
                             Kelas                           : XI MIPA Olympiade
                             Guru Pembimbing : Ibu Hepi Yuspita S.Pd

SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2015-2016



KATA PENGANTAR
          Puji dan Syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia dan berkat-Nya lah, kami dapat menyelesaikan kegiatan praktikum serta penulisan laporan  praktikum mengenai Difusi dan Osmosis ini. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian sarana dan prasarana praktikum, kepada pihak sekolah. Adapun tujuan daripada pembuatan laporan ini adalah sebagai salah satu tugas biologi yang diberikan oleh Ibu Hepi Yuspita. Kami berharap agar laporan ini dapat berguna serta bermanfaat di masa yang akan datang dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
            Segala kekurangan dalam proses pemuatan dan penyusunan laporan ini merupakan bentuk daripada proses pembelajaran bagi kami. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar pada penyusunan laporan – laporan selanjutnya, kesalahan maupun kekurangan seperti pada laporan saat ini dapat diminimalisir.
            Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan  baik dalam penyajian isi maupun tulisan. Namun pada akhirnya diharapkan agar laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Palembang,    September 2015


Penyusun



DAFTAR ISI




Pendahuluan
Latar Belakang
            Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita berhadapan dengan peristiwa difusi dan osmosis, baik kita sadari maupun tidak kita sadari. Contohnya pada saat kita menyeduh teh celup dalam kemasan kantong, warna dari teh tersebut akan menyebar. Hal ini disebabkan oleh  konsentrasi teh dalam gelas lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi teh yang ada di dalam kantong teh tersebut. Peristiwa tersebut sering kita sebut sebagai difusi.
Begitu pula pada tumbuhan, yang menyerap air dan zat hara yang diperlukan dari lingkungan melalui proses difusi, osmosis, maupun imbibisi. Peristiwa tersebut dapat berlangsung dengan baik jika terdapat perbedaan tekanan potensial air yang sangat besar antara larutan di luar sel tumbuhan dengan larutan di dalam sel tumbuhan tersebut.
Tumbuhan mempunyai membran plasma yang jika dimasukkan dalam larutan dengan konsentrasi tinggi akan mengalami plasmolisis, yaitu terlepasnya membran plasma dari dinding sel akibat tekanan osmotik.
Pada sel dapat dibedakan menjadi transport pasif dan transport aktif. Transport pasif tidak memerlukan energi, sedangkan transport aktif memerlukan energi. Transport pasif dapat dibedakan menjadi difusi dan osmosis.  Sedangkan transport aktif meliputi transport pompa ion, endositosis, dan eksositosis. Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar.
            Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel.
            Sedangkan Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam.Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih cair.Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel mengkerut.Peristiwa ini disebut plasmolisis.
Difusi terjadi atas respon terhadap perbedaan konsentrasi.Konsentrasi adalah sejumlah zat atau partikel per unit volum. Suatu perbedaan terjadi, apabila terjadi perubahan konsentrasi dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Selain perbedaan konsentrasi, perbedaan dalam sifat dapat juga menyebabkan difusi.
Angkutan dalam sel tergantung pada permeabilitas selektif dari dari membran.Permeabilitas selektif ini mengendalikan pergerakan senyawa terlarut (larutan) dalam sel dan cairan ekstra seluler.Cairan cenderung berdifusi dan ketika melewati membran terjadi angkutan pasif.Difusi cairan inilah yang disebut osmosis.Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air, yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volum air akan memiliki kelebihan energi bebas dari volum yang sedikit, di bawah kndisi yang sama. Energi bebas suatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia.Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya.Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang potensial kimianya lebih kecil.
Percobaan kali ini dilakukan dengan latar belakang adanya berbagai perstiwa yang berkenaan dengan difusi dan osmosis dalam tubuh makhluk hidup.Melalui kegiatan ini, kita dapat lebih memahami bagaimana mekanisme perpindahan zat yang terjadi antar sel di dalam makhluk hidup itu sendiri.



Rumusan Masalah
1. Apa saja gejala dari difusi?
2. Apa saja gejala dari osmosis?
3. Apa saja gejala dari plasmosis?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui gejala dari difusi?
2. Untuk mengetahui gejala dari osmosis?
3. Untuk mengetahui gejala dari plasmosis
Manfaat Penelitian
1. Diperolehnya informasi mengenai gejala dari difusi?
2. Diperolehnya informasi mengenai gejala dari osmosis?
3. Diperolehnya informasi mengenai gejala dari plasmosis?



Landasan Teori
Osmosis berasal dari kata os artinya lubang dan move artinya pindah, maka osmosis adalah mengalirnya zat cair melalui membran (dinding yang sangat tipis).Zat cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan yang kadarnya rendah. Sedangkan Difusi berasal dari kata diphus yang artinya menyebar. Difusi merupakan transport menurun yang artinya materi yang berasal dari daerah berkosentrasi tinggi ke daerah yang berkosentrasi rendah. Cairan sel biasanya bersifat hipertonis dan cairan di luar sel bersifat hipotonis, sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya bersifat isotonis.
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi dipermudah dengan saluran protein substansi seperti asam amino, gula, dan substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membran plasma.Substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang dibentuk oleh protein dimana protein yang membentuk saluran ini merupakan protein integral.
Difusi dipermudah dengan protein pembawa proses difusi ini melibatkan protein yang membentuk suatu saluran dan mengikat substansi yang ditranspor. Protein  ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut molekul polar misalnya asam amino dan glukosa.Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer.Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
1)      Mekanisme difusi
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam – garam mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran.
2)      Mekanisme osmosis
Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis.sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.
Difusi dan osmosis adalah termasuk transport pasif artinya transport yang tidak memerlukan energi (ATP)


Metode penelitian

Alat
·         Osmometer
·         Statif
·         Gelas beker 200 mL dan 500 mL
·         Penggaris
Bahan
·         Sirup berwarna merah
·         Kentang
·         Air
·         Larutan gula
·         Tinta printer

Cara Kerja :
I. Difusi
A.      Isilah gelas beker berukuran 200 mL dengan air hingga setengahnya(sebanyak 100 mL).
B.      Masukkan 1 sendok teh sirup merah ke dalam air tersebut

C.      Amatilah perubahan warna air di dalam gelas beker, dan catatlah waktu yang diperlukan hingga perubahan warna merata

Friday, April 3, 2015

Laporan Penelitian Tanaman Obat Kencur

Laporan Penelitian
Tanaman Obat Kencur



Disusun Oleh:
1.          Satria Fajri
2.          M. Hafidh D.H
3.          M. Etsa P.
4.          M. Aqfa Bahaiqy J
5.          M. Dandu H




SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2014/2015



Kata Pengantar

Tiada ungkapan rasa yang pantas penulis hanturkan melainkan rasa syukur kepada Dzat yang maha pengasih dan maha penyayang yang telah melimpahkan nikmat-Nya yang begitu banyak termasuk nikmat iman, islam, dan nikmat kesehatan. Sehingga penulis bisa menyelesaikan pembuatan laporan ini.
Sholawat serta salam tak lupa pula penulis haturkan kepada junjungan besar kita nabi Muhammad Saw. Yang mana beliau telah berjuang membawa kita dari masa kebodohan pada masa jahiliyah menuju masa yang penuh dengan terangnya cahaya ilmu pengetahuan.
Tak lupa pula rasa terimakasih, saya ucapkan kepada guru yang telah banyak memberikan gambaran tentang laporan yang ditulis ini. Meskipun penulis belum begitu paham dan penulis belum begitu mendalam tentang tema yang akan penulis bahas, tapi penulis berusaha dengan kemampuan yang ada.
Semoga penulisan makalah ini bermanfaat bagi penulis dan para pembacanya, penulis minta maaf apabila  masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini.



Palembang, 15 Januari 2015




TIM









Daftar Isi

Cover................................................................................................................    i
Kata Pengantar ................................................................................................   ii
Daftar Isi.......................................................................................................... iii
A.      Pendahuluan.............................................................................................. 01
I.          Latar Belakang................................................................................... 03
II.       Rumusan Masalah.............................................................................. 03
III.    Tujuan Penelitian ...............................................................................  03
IV.    Manfaat Penelitian............................................................................. 03
B.       Landasan Teori.......................................................................................... 04
C.       Simpulan.................................................................................................... 06
1.      Kesimpulan ........................................................................................  06
2.      Saran................................................................................................... 06
D.   Daftar Pustaka........................................................................................... 07


A.           Pendahuluan
I.              Latar Belakang
Indonesia kaya akan sumber bahan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia secara turun temurun. Keuntungan penggunaan obat tradisional adalah antara lain karena bahan bakunya mudah diperoleh dan harganya murah. Delapan puluh persen penduduk Indonesia hidup di pedesaan, di antaranya sukar dijangkau oleh obat modern dan tenaga medis karena masalah distribusi, komunikasi dan transportasi disamping itu daya beli yang relatif rendah menyebabkan masyarakat pedesaan kurang mampu mengeluarkan biaya untuk pengobatan modern, sehingga masyarakat cenderung memilih pengobatan secara tradisional. Obat tradisional mempunyai makna yang sangat penting karena di samping ketidakmampuan masyarakat untuk memperoleh obat-obat modern, juga karena obat tradisional adalah obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter (Pudjarwoto et al, 1992).
Menurut Ratna et al (1994) di Indonesia, tanaman obat terdapat dalam jumlah berlimpah baik jumlah maupun jenisnya. Kemampuan antimikroba minyak essensial tanaman obat dan rempah seringkali lebih tinggi dibandingkan bahan pengawet kimia Selain itu, satu ekstrak tanaman dapat mengandung satu macam atau lebih senyawa antimikroba. Komponen aktif yang berperan sebagai obat adalah zat-zat kimia yang terkandung di dalam ramuan obat tersebut. Secara kemoterapi, komponen-komponen tersebut antara lain dapat berperan sebagai absorben, astringen, spasmolitik, anti bakteri, suportif dan sebagainya (Pudjarwoto et al, 1992).
Salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat adalah Kencur (Kaempferia galanga L.). Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus pada rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif di dalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Oleh sebab itu dukungan teknologi sangat diperlukan agar pengembangan usaha kencur dapat membantu
meningkatkan  kesejahteraan petani tanaman obat.
Dilakukannya pembudidayaan tanaman kencur selain sebagai saran untuk menjaga kesehatan, sarana penghijauan, pelestarian alam, perbaikan gizi, serta sebagai sarana penyebran gerakan penghijauan dan keindahan lingkungan.
Dengan demikian kekhawatiran terhadap tingginya biaya dan harga obat-obatan kimia, serta banyaknya efek samping yang ditimbulkan. Sudah saatnya kita lebih mengenal dan memanfaatkan lagi tanaman herbal. Pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi terbaik untuk menggulangi masalah tersebut.
Oleh karena itulah perlu dilakukan strategi pembudidayaan tanaman berkhasiat obat agar dapat bersaing dengan obat-obatan kimia yang ada dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan khasiat dan manfaat dari tanaman obat tersebut sehingga pengunannya sebagai obat-obatan pun semakin meningkat. Salah satu pengembangan tanaman obat itu bisa dimulai melalui pembudidayaan di lingkungan sekolah, rumah atau yang dikenal dengan tanaman obat keluarga.
Bankyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaan tanaman ini. Pembudidayaan tanaman herbal dalam hal ini kencur dapat ditanam baik di halaman rumah, kebun, ataupun ladang dan lingkungan sekolah.






II.           Rumusan Masalah
1.        Apa saja manfaat atau khasiat dari tanaman kencur ?
2.        Kandungan kimia apa saja yang terkandung dalam kencur ?
III.        Tujuan Penelitian
1.        Untuk mengetahui manfaat atau khasiat dari tanaman kencur
2.        Untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat pada kencur
IV.        Manfaat Penelitian
1.        Diperolehnya informasi mengenai manfaat atau khasiat tanaman kencur
2.        Diperoleh informasi mengenai kandungan kimia yang terdapat pada kencur























B.            Landasan Teori
Kencur(Kaempferia galangal L.) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai tanaman yang terpelihara. Kencur (Kaempferia galanga L) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai tanaman yang dipelihara. Tanaman ini banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu dalam masakan sehingga para petani banyak yang membudidayakan tanaman kencur sebagai hasil pertanian yang diperdagangkan dalam jumlah yang besar. Bagian dari tanaman kencur yang diperdagangkan adalah buah akar yang tinggal didalam tanah yang disebut dengan rimpang kencur atau rizoma (Soeprapto,1986).
Diantara kandungan kimia ini, etil p-metoksisinamat merupakan komponen utama dari kencur (Afriastini,1990). Tanaman kencur mempunyai kandungan kimia antara lain minyak atsiri 2,4-2,9% yang terjadi atas etil parametoksi sinamat (30%). Kamfer, borneol, sineol, penta dekana. Adanya kandungan etil para metoksi sinamat dalam kencur yang merupakan senyawa turunan sinamat (Inayatullah,1997 dan Jani, 1993).
Manfaat yang diperoleh dari penanaman kencur adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang sekaligus menambah penghasilan petani. Dari rimpang kencur ini dapat diperoleh berbagai macam keperluan yaitu: minyak, penyedap makanan minuman dan obat-obatan. Berbagai jenis makanan mempergunakan sedikit rimpang atau daun kencur sehingga memberikan rasa sedap dan khas yaitu dalam pembuatan gado-gado, pecal dan urap. Rimpang kencur yang digerus bersama- sama beras kemudian diseduh dengan air masak dan diberi sedikit gula atau anggur dapat digunakan sebagai minuman. Minuman ini berguna bagi kesehatan tubuh, jenis minuman ini sudah diperiksa dipabrik pabrik berupa minuman beras kencur. Rimpang kencur di pergunakan untuk meramu obat-obatan tradisional yang sudah banyak di produksi oleh pabrik-pabrik jamu maupun dibuat sendiri, rimpang mempunyai khasiat obat antara lain untuk menyembuhkan batuk dan keluarnya dahak, mengeluarkan angin dari dalam perut, bisa juga untuk melindungi pakaian dari serangga perusak, caranya rimpang kering kencur disimpan diantara lipatan-lipatan kain (Afrianstini,1990).
Kencur (Kamferia galanga L) adalah salah satu jenis temu-temuan yang banyak dimanfaatkan oleh rumah tangga dan industri obat maupun makanan serta minuman dan industri rokok kretek yang memiliki prospek pasar cukup baik. Kandungan etil pmetoksisinamat (EPMS) didalam rimpang kencur menjadi bagian yang penting didalam industri kosmetik karena bermanfaat sebagai bahan pemutih dan juga anti eging atau penuaan jaringan kulit (Rosita,2007).
Dalam pembudidayaan tanaman kencur memiliki prospek yang cukup baik. Kencur memiliki khasiat yang melimpah dan tidak perlu membayar dengan nilai yang cukup tinggi untuk membeli obat-obatan kimia. Obat-obatan tradisonal sangatlah baik digunakan mengigat tidak ada efek samping yang akan ditimbulkan (Johnsat,2008)




C.            Simpulan
1.        Kesimpulan
Tanaman kencur hanyalah sekian tanaman obat tradisional yang tergantikan dengan obat-obatan kimia, Tanaman ini memiliki khasiat yang mungkin banyak orang tidak tau. Dalam memelihara atau menanam kencur kita tidak bisa hanya membiarkannya saja tumbuh tapi kita harus merawatnya.
2.        Saran
Saran kami agar kita tidak melupakan apa yang telah disediakan oleh alam secara gratis dengan kualitas yang mungkin lebih baik dari obat obatan kimia serta tidak memliki efek samping yang akan di timbulkan.





D.      Daftar Pustaka
Batman Litbang Pertanian. Kencur: Tanaman Multiguna. pada http://www.litbang.pertanian.go.id/tahukah-anda/?p=7 di akses 12-01-2015
e-jurnal USU pada http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16120/5/Chapter%20I.pdf di akses 13-01- 2015
e-jurnal USU pada http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25449/4/Chapter%20II.pdf
di akses 13-01-2015


Friday, January 30, 2015

PAKAIAN SERAGAM DAN ATRIBUT HW




(Contoh Baju Pengenal)

PAKAIAN SERAGAM

Pengertian

Pakaian seragam adalah pakaian yang dipakai oleh semua anggota Pandu HW yang bentuk, corak, warna, dan tata cara pemakaiannya seragam sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan

Fungsi Pakaian Seragam

Memperkuat identitasSebagai pemersatu visiMembangun jiwa korsaMengandung daya tarikMemotivasi pengendalian disiplinMenjalin kebersamaanMencerminkan kerapianMenjadi Kenang-kenangan. 

Kriteria Pakaian Seragam

Memiliki estetika
Menarik untuk mayoritas anggota
Cocok untuk kediatan di lapangan maupun ruangan
Pengadaannya mudah
Sederhana tetapi praktis
Paduan warna mengandung makna
Memenuhi norma agama dan masyarakat
Mencirikan jati diri organisasi, dan tidak atau belum digunakan oleh organisasi lain.

Seragam Utama dan Tambahan

Seragam Utama
Tutup kepala
Setangan leher
Kemeja / hem
Celana / rok
Kaos kaki
Sepatu
Ikat pinggang

Seragam Tambahan
Celana pendek (pria)
T. Shirt



ATRIBUT

Pengertian

Atribut adalah tanda-tanda yang dikenakan/dipakai oleh anggota Pandu HW untuk menunjukkan jabatan, jenjang, tingkat kecakapan, satuan, dan daerah.

Fungsi Atribut

Memudahkan mengenal identitas
Menandakan status dan posisi
Menunjukkan prestasi kerja
Menimbulkan kebanggaan
Manandakan tingkatan
Memupuk rasa tanggung jawab
Menjadi kenang-kenangan

Kriteria Atribut

Memenuhi estetika
Anggun dan menunjang wibawa
Sederhana, mudah diabuat, dan murah
Simbol-simbolnya bermakna
Belum dimiliki organisasi lain

Atribut Utama dan Tambahan

Atribut Utama

Tanda identitas Pandu HW
Tanda satuan
Tanda kepangkatan
Tanda tingkat
Tanda kwartir dan qabilah

Atribut Tambahan

Nama Pandu HW
Tanda kenang-kenangan pertemuan
Lain-lain sesuai / tidak bertentangan




Sumber : http://www.gkhwklaten.org/2008/08/pakaian-seragam-dan-atribut-hw.html